Aturan Keterbatasan Kepemilikan Saham Bank Oleh Bank Indonesia

Peraturan Bank Indonesia tentang Batas Kepemilikan Saham Bank, dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, tidak berlaku surut dan kedua, ada penurunan kepemilikan secara bertahap. Untuk peraturan yang tidak berlaku surut hanya berlaku mulai saat ini dan seterusnya. Dengan demikian, seperti yang dikatakan Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Tony Prasetiantono, hal ini untuk mengurangi perasaan bahwa investor asing hanya diperbolehkan masuk pada saat Indonesia mengalami krisis tahun 1998.

“Akan tetapi, kemudian ‘diusir’ sesudah perekonomian normal,” kata Tony. Indonesia juga perlu memberikan sinyal agar tetap ramah terhadap investor asing. “Jadi, investor asing yang telanjur punya 99 persen saham dibiarkan saja agar tidak timbul sentimen negatif,” ujar Tony. Meski demikian, Tony juga memaparkan kemungkinan aturan tersebut diterapkan bagi semua bank di Indonesia.

Kemungkinan kedua, kepemilikan dikeluarkan secara bertahap. Misalnya, Bank Indonesia (BI) menyusun kepemilikan maksimum 50 persen. Maka, pemilik lama yang memiliki saham 99 persen diminta menurunkan kepemilikannya 10 persen per tahun dengan cara dilepas ke pasar modal.

Pelepasan di pasar modal merupakan upaya mendorong tata kelola. Dengan demikian, semakin banyak saham yang dimiliki investor di pasar saham, semakin besar pengawasan dari banyak pihak di lantai bursa. Hal ini bagus untuk memperbesar transparansi dan akuntabilitas. BI sedang menyiapkan aturan tentang pembatasan kepemilikan saham bank. Darmin Nasution, Gubernur BI menjelaskan, aturan itu berlaku baik bagi investor lokal maupun investor asing.

BI juga tidak ingin peraturan BI nantinya tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum. Pasal 3 PP tersebut menyebutkan, jumlah kepemilikan saham bank dari warga negara asing atau badan hukum asing yang didapatkan dengan pembelian secara langsung ataupun dengan bursa efek paling banyak 99 persen dari total saham bank itu.

Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar Harry Azhar Azis mengingatkan BI untuk memberlakukan aturan tersebut secara adil. Artinya, tidak hanya bagi bank umum milik swasta, tetapi juga bank badan usaha milik negara (BUMN). “Jangan sampai ada tuduhan BI berlaku tidak adil,” kata Harry.

Saat ini, ada empat bank BUMN dengan kepemilikan saham mayoritas pemerintah, yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara, dan Bank Negara Indonesia. Harry juga menyarankan BI untuk mengatur batasan waktu transisi secara tegas. Selain itu, aturan juga harus menekankan kelompok investor, apakah investor institusional atau non-institusional.

Kebijakan Pemerintah Menghentikan BBM Bersubsidi Bagi Kendaraan Pribadi

Setelah usul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak diganjal DPR, kebijakan ambigu harus dibuat oleh pemerintah. Kebijakan ambigu yang dibuat adalah melarang mobil berkapasitas mesin lebih dari 1.500 cc menggunakan BBM bersubsidi. Harapannya agar konsumsi menurun dan kuota subsidi Bahan Bakar Minyak sebesar 40 juta kiloliter di APBN tak dapat dilampaui lagi. Kebijakan setengah hati itu sekedar upaya mengulur waktu sembari menunggu kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) mencapai USD 134,64 per barel. Ini diakibatkan pemerintah yang tidak tegas dalam memutuskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak yang seharusnya dengan mudah dapat diambil tahun lalu. Sesuai syarat dari DPR, harga bensin dapat dinaikan bila ICP rata-rata enam bulan terakhir 15 persen di atas USD 105 per barel.

Sejumlah analis komoditas mengatakan bahwa syarat itu baru akan terwujut bulan juli mendatang. Namun, gejolak harga minyak dunia telah didinginkan oleh Arab Saudi dengan cara menurunkan ICP menjadi USD 125,6 per barel. Artinya, syarat DPR tidak akan pernah tercapai dan tahun ini pemerintah tidak bisa menaikkan harga Bahan Bakar Minyak. Presiden SBY telah menginstruksikan pengamanan fiskal jika pemerintah tak bisa menaikkan harga BBM. Itu keputusan yang sulit. Bila pemerintah menginginkan rapor ekonomi makro, utamanya tingkat inflasi, stabil, pemerintah dipaksa menambah kuota subsidi 3 juta kiloliter atau senilai Rp 10,5 triliun. Artinya, pemerintah harus menutupi kekurangan sebesar Rp 5 triliun per bulan atau Rp 170 miliar per hari untuk membayar ongkos pencitraan partai-partai politik penghuni DPR. Haruskah ditutup dengan utang baru? Dalam titik ini, pemerintah tak boleh ragu-ragu lagi. Pemerintah harus tegas menetapkan batasan konsumsi BBM bersubsidi yang di dapat dari APBN. Bila batasan tersebut terlampaui, pemerintah harus berani mengambangkan harga BBM dengan memaksa masyarakat menggunakan BBM nonsubsidi.

Tegaskan kepada masyarakat, bila kuota subsidi 40 juta kiloliter terlampaui, tarik premium, sediakan pertamax. Tidak perlu takut dengan inilasi. Sebab, dampaknya diprediksi tak akan melampaui satu kuartal. Yang terpenting, jangan didik rakyat membiarkan negara berutang demi subsidi, seolah-olah keuangan negara bukan urusan setiap warga negara.Utang negara kita sudah Rp 2.000 triliun, jangan bertambah karena subsidi yang tidak produktif. Selagi pemilu masih jauh, situasi ekstrnal landai, situasi internal stabil, segera ambil keputusan berani menghentikan BBM bersubsidi bagi kendaraan pribadi. Alih-alih melarang mobil 1.500 cc menggunakan premium, paksa seluruh mobil pribadi menggunakan pertamax. Batasi konsumsi premium hanya untuk motor, mobil niaga, dan angkutan umum. Percepat penyediaan listrik. Gunakan anggaran bantuan langsung Rp 10,5 triliun untuk membangun infrastruktur transportasi masal berbasis listrik. Berikan insentif kepada produsen mobil sehingga tahun depan hanya mengedarkan mobil listrik saja, semua pabrikan sekarang sudah punya prototipe mobil listrik. Dengan insentif berupa pasar sekian puluh juta jiwa penduduk Indonesia, tak akan ada pabrikan yang tak serius menggarap mobil listrik Tetapkan sekian tahun lagi tak ada lagi mobil pribadi berbahan bakar fosil di jalan-jalan yang membakar uang negara.

Malinda Furniture Gallery Menjadikan Daihatsu Gran Max Sebagai Furniture Andalan

Persaingan bisnis yang semakin dinamis dan kompetitif membuat perusahaan menjalankan berbagai cara untuk mempertahankan dan mengembangkan pasar. Bagi Malinda Furniture Gallery, cara yang ditempuh adalah membangun relasi yang lebih dekat dengan pelanggannya. Konkretnya adalah dengan mengunjungi langsung para pelanggan itu. Hal ini diutarakan oleh Manajer Logistik Malinda Furniture Gallery, Leonhard M di Jakarta. Menurut dia, pasar adalah vital bagi insitusi bisnis. “Kalau sudah punya market, jangan sampai lepas. Harus bisa dikembangkan, minimal dipertahankan,” katanya. Oleh karena itu, Malinda Furniture Gallery yang khusus menyediakan brand furnitur dari Amerika Serikat saja, dengan segmen kalangan menengah ke atas, mempertahankan pasar dengan mengunjungi para pelanggan. Dalam kunjungan itu, kendaraan yang menjadi andalan adalah Daihatsu Gran Max.

Leonhard menjelaskan, Gran Max mampu menjadi representasi citra Malinda Furniture Gallery yang didirikan pada tahun 2000 silam. “Model dan interiornya bagus. Berkendara dengan Gran Max pun nyaman,” katanya. Apalagi untuk operasional kunjungan ke pelanggan dengan harus menembus kemacetan kota besar seperti Jakarta, Daihatsu Gran Max terbukti irit penggunaan bahan bakar. Apalagi mesin yang halus, tidak rewel, dan mudah perawatan. Singkat kata, lanjut Leonhard, mobil Gran Max sangat cocok untuk bisnis Malinda Furniture Gallery. Interior yang lega juga menjadi faktor keunggulan Gran Max. “Tim sales bisa nyaman di dalam Gran Max, juga bisa membawa gift khusus buat customer,” ujar Leonhard.

Selain itu, untuk pengiriman aksesoris, Daihatsu Gran Max mampu mengakomodasi secara aman juga bisa menjangkau banyak lokasi dibandingkan dengan mobil boks. Leonhard menjelaskan, berkat jalinan relasi yang baik dengan pelanggan, Malinda Furniture Gallery telah berkembang pesat dengan saat ini sudah memiliki empat showroom di Jakarta Design Center, satu showroom tunggal seluas 3.600 meter persegi di Slipi, dan gudang besar di Tangerang. Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan perusahaannya ditentukan pula oleh faktor kejujuran dalam menjelaskan produk-produk yang dipasarkannya. Tidak ada menutupi spesifikasi barang, ataupun masa garansi. “Semua jelas disampaikan kepada pelanggan,” lanjut Leonhard. Selain itu, lanjut dia, bila terjadi complain, hal itu akan digunakan untuk memperbaiki kinerja di internal perusahaan. Malinda Furniture Gallery saat ini tidak hanya menyediakan penjualan furnitur ritel untuk perumahan, melainkan juga melayani penyediaan furnitur bagi hotel, apartemen, mal, perkantoran, dan lain-lain, berdasarkan desain dan anggaran dari pemesan.

Wall Street Ditutup Melemah Karena Ekonomi Dunia Yang Mengkhawatirkan

Pada Senin pagi hari tadi, Wall Street ditutup melemah, tetapi beruntung karena terhindar dari penurunan curam awal perdagangan, karena pasar fokus pada ketidakpastian politik dan ekonomi di Eropa serta beberapa hasil laba AS tak sesuai harapan.

Wall Street mencatat, Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 102,09 poin (0,78 persen) menjadi mengakhiri sesi perdagangan di 12.927,17. Dan Indeks saham S&P 500 yang lebih luas turun 11,59 poin (0,84 persen) menjadi 1.366,94, sedangkan indeks teknologi Nasdaq merosot 30,00 poin (1,00 persen) menjadi 2.970,45. Penurunan ini disebabkan oleh ekonomi dunia yang mengkhawatirkan.

Diketahui, Wall Street bergabung dengan kerugian saham global karena banyaknya data ekonomi mengecewakan dan laporan keuangan perusahaan menekan sentimen. Selain itu, ketidakpastian politik di Prancis dan Belanda menambah ke kecemasan di Wall Street. Pemerintah Prancis runtuh pada Senin, sehari setelah Presiden Prancis Nicolas Sarkozy kalah dalam pemungutan suara putaran pertama presiden oleh Sosialis Francois Hollande. Sedangkan, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan kabinetnya mengundurkan diri setelah pemerintahannya gagal mencapai kesepakatan atas langkah-langkah penghematan.

Sementara, kegiatan bisnis zona euro tak terduga melambat, sementara laporan awal menunjukkan produksi manufaktur China terus melambat. Aktivitas manufaktur Cina mengalami kontraksi untuk keenam bulan berturut-turut, dan di 17-negara zona euro, aktivitas sektor swasta menyusut paling tajam dalam lima bulan terakhir.

Iran Khodro Co Tingkatkan Produksi Mobil Di Tahun 2012

Iran Khodro Co ( IKCO ) yang didirikan pada tahun 1962 dan saat ini dianggap sebagai produsen mobil terbesar di Timur Tengah. Bahkan perusahaan ni juga pernah memenangkan penghargaan dalam Festival Internasional Nano Teknologi Ketiga Teheran pada 2010, sebagai perusahaan terkemuka menyangkut nano industri otomotif.

Dan kali ini, Iran Khodro Co, berkeinginan untuk mengembangkan mobil baru ciptaan mereka dan meningkatkan penjualan global sebagai bagian dari programnya tahun ini, yaitu “Produksi Nasional dan Perlindungan Investasi dan Tenaga Kerja Iran.”

Menurut Javad Najmeddin, CEO Iran Khodro Co, bahwa perlindungan terhadap produk nasional adalah strategi utama untuk melawan sanksi internasional atas Republik Islam, dan produksi mobil hemat bahan bakar, komitmen terhadap standar lingkungan Euro 4 dan perluasan pasar domestik dan internasional juga antara program IKCO untuk tahun ini. Dan Najmeddin, menambahkan, perlu adanya penekanan guna meningkatkan kepuasan konsumen, karena selama setahun terakhir, penjualan IKCO naik sekitar 50 persen di pasar domestik.

Najmeddin juga meminta, kepada para staf IKCO untuk melanjutkan penghematan biaya dan pengurangan limbah material, serta mengeluarkan proposal inovatif dalam bentuk Sistem Proposal IKCO untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Karena menurutnya, layanan purna jual komprehensif adalah syarat utama untuk menarik pelanggan, begitu juga dengan kualitas perusahaan jasa. Kedua-duanya akan lebih meningkatkan penjualan di tahun 2012.

Google Membantu Bisnis Lokal

Sudah lama ditunggu, akhirnya Google resmi “ngantor” di Indonesia. Sebelumnya Google sudah memperkenalkan berbagai macam layanannya yang dibuat khusus untuk Indonesia, seperti Google Voice, Google Traffic (lalu lintas), Google Map (peta), Google Translate (terjemahan), dan Chrome Web Store.

Rudy Ramawy ditunjuk sebagai Country Head, untuk memimpin Google Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Google Head Indonesia, Rudy pernah menjabat sebagai Direktur Programming dan Produksi RCTI. Dia juga pernah bekerja untuk Procter & Gamble, Sony Music Entertainment, Warner Music, dan Axis Telekom Indonesia.

Menandai kehadiran resminya di Indonesia, Google langsung memperkenalkan program terbarunya yang disebut Bisnis Lokal Go Online. Program yang menggandeng banyak pihak seperti Bakrie Connectivity, APTIKOM, Melsa dan Multiply.com yang berkomitmen untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah melalui media internet.

“Kami melihat bahwa dunia online di Indonesia sedang berkembang pesat,” kata Julian Persaud, Managing Direktor Google Southeast Asia. “Oleh karenanya kami antusias memperkenalkan tim kami di Jakarta. Kami akan terus bekerja agar para pengguna Google di Indonesia dapat melakukan penjelajahan dan pencarian informasi di internet dengan lebih mudah lagi. Selain itu, harapan besar kami tim Google Indonesia dapat turut berkontribusi bagi kesuksesan perusahaan-perusahaan Indonesia, termasuk usaha kecil dan menengah,” tambahnya.

Pemerintah Bangun Industri Mobnas Tenaga Listrik

Pemerintah akan membangun industri mobil nasional atau mobnas berkonsep tenaga listrik dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan Para ahli, kata Dahlan, akan dikumpulkan untuk membicarakan rencana itu pada 21 April 2012.

“Sekarang kan sudah banyak sekali ahli dari Indonesia yang sudah punya konsep mobil nasional,” kata Dahlan di Komplek Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Kamis (15/3/2012).

Mengikuti perkembangan dunia, maka konsep tenaga listrik dipilih untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) di masa depan. Persiapan itu diperlukan oleh karena melihat perkembangan dengan terus meningkatnya pembelian mobil di Indonesia, sementara produksi minyak menurun.

Membangun industri mobil nasional memang membutuhkan dana yang besa, tapi langkah itu harus dilakukan jika melihat besaran subsidi untuk BBM. “Untuk melahirkan mobil listrik saya kira tahap pertama dibutuhkan biaya Rp 5 triliun,” kata Dahlan.

Harga Alumunium Meningkat

Membaiknya data ekonomi dunia yang berasal dari China dan Amerika Serikat, serta mulai terlihatnya prospek perbaikan ekonomi di Eropa yang diterpa krisis utang, mendongkrak harga aluminium pada perdagangan di LME hari ini meningkat. Harga aluminium diperdagangkan pada teritori positif dan ditutup meningkat 0,09 persen. Diprediksi kenaikan ini hanya sementara karena pasar masih khawatir terhadap krisis utang Yunani yang masih jauh akan berakhir.

Positifnya data ekonomi di China dan Amerika Serikat untuk sementara waktu akan mengalahkan kekhawatiran terhadap masalah utang di Eropa.

Data perdagangan hari ini dimulai dengan informasi yang tidak menarik dari China di mana out put pabrik dan angka penjualan ritel lebih dingin dari perkiraan dan inflasi konsumen melambat hingga menyentuh level terendah sejak 20 bulan pada 3,2 persen di Februari.

Data yang lebih baik dari perkiraan memberikan ruang bagi pembuat kebijakan untuk melonggarkan kebijakan moneter untuk mendukung lesunya pertumbuhan ekonomi.

Kinerja harga logam ini terbantu berkat dorongan data dari AS di mana pertumbuhan ekonomi menunjukkan solid untuk bulan ketiga di Februari yang memberikan tanda bagi pemulihan ekonomi.

Banyak Perusahaan Pertambangan Yang Ilegal

Saat ini Kementerian Energi sedang melaksanakan moratorium izin pertambangan dan fokus menyelesaikan izin wilayah pertambangan bermasalah. masalah izin pertambangan yang selama ini terjadi antara lain izin produksi tanpa eksplorasi terlebih dulu dan masalah tumpang tindih lahan.

Thamrin menjelaskan, tadinya jumlah izin pertambangan hanya 6 ribu. Namun, saat Ditjen Minerba bertindak tegas dengan mengancam tidak akan membantu masalah administrasi, langsung jumlahnya naik menembus di atas 10 ribu. “Banyak bupati dan walikota yang langsung minta izin pertambangan di-clear-kan,” kata dia di Jakarta, Selasa 28 Februari 2012.

Kementerian Energi Sumber dan Daya Mineral mencatat dari 10.235 izin usaha pertambangan (IUP), baru 4.151 izin yang dinyatakan tidak bermasalah alias clean and clear. Artinya, 59 persen atau 6.084 izin tambang masih bermasalah. Dirjen Mineral dan Batu Bara Thamrin Sihite menjelaskan, Kementerian Energi merekonsiliasi dan mendata izin pertambangan untuk mengetahui nilai produksi mineral batu bara yang sebenarnya.

Mirza mengatakan, izin pertambangan yang ada saat ini mencapai 386 perusahaan. Dari jumlah itu, hanya sekitar 30 perusahaan yang tergabung dalam APBI. Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Gusrizal, mengatakan, menurut data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi, dari 386 perusahaan tambang batu bara, hanya 90 perusahaan yang memiliki izin lengkap. Diektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Cabang Jambi Mirza Havis, menolak jika usaha pertambangan batu bara di daerah itu tidak memiliki konstribusi terhadap masyarakat.

Ratusan perusahaan tambang batu bara di Jambi diduga tak memiliki izin pertambangan. Kondisi ini membuat negara dirugikan ratusan miliar rupiah. Pemegang izin pertambangan bermasalah dalam waktu dekat ini akan diundang untuk duduk bersama dengan Kementerian Energi, KPK, dan Kepolisian.

Mungkinkah IHSG Akan Naik Ke Level 4.500?

IHSG beberapa hari terakhir mengalami fluktuatif yang cukup tinggi.  Faktor dari eksternal juga tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu ancaman pergerakan IHSG.

Hal tersebut diakibatkan oleh isu dalam negeri terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM yang akan berimbas pada inflasi, suku bunga, serta pertumbuhan ekonomi.  Krisis di Eropa belum menunjukkan kepastian menjadi salah satu alasan. Investor  merasa khawatir jika Eropa, khsusunya Yunani, tidak bisa melakukan pengetatan anggaran.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati optimististis jika pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan masih bisa mencapai level 4.500.  Selain karena laba, Ani menuturkan, masuknya Indonesia ke negara layak investasi membuat aliran modal akan terus masuk ke Indonesia.

Ani yakin, sebab di tengah krisis global saat ini perusahaan-perusahaan nasional masih mencatatkan keuntungan yang bagus. Hal ini tentunya akan mendongkrak harga saham dan meningkatkan indeks saham.  “Kami yakin indeks bisa bergerak ke atas, Jadi kita harus yakin IHSG bisa capai 4.500,” ujarnya.

Pada 20 Februari 2012 yang lalu, IHSG masih berada di level 3.980.253. IHSG sempat menyentuh level tertinggi selama Februari 2012 di posisi 4.015,94 yang tercapai pada Jumat, 2 Februari 2012.  Sejumlah saham yang aktif diperdagangkan dari sisi volume transaksi, namun turun cukup signifikan di antaranya PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (-2,15 persen), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (-2,94 persen), PT Pakuwon Jati Tbk (-2,44 persen), PT Kimia Farma Tbk (-2,33 persen), dan PT XL Axiata Tbk (-2,56 persen).

Karena itulah Anny Ratnawati yakin kalau IHSG terakhir pasti bisa mencapai fluktuafit yang cukup tinggi, yaitu 4.500.